Kunci yang Hilang di Lantai Tiga
Pak Darto sudah dua puluh tahun menjaga gedung arsip kota, dan selama itu pula ia hafal setiap derit lantai kayu di lantai tiga. Maka ketika pagi itu ia mendapati pintu ruang arsip lama terkunci rapat, sementara kunci satu-satunya tergantung di ikat pinggangnya sejak semalam, ia tahu ada yang tidak beres.
Ia mengetuk. Tidak ada jawaban. Ia menempelkan telinga ke pintu kayu tua itu dan mendengar—samar, hampir tak terdengar—suara kertas yang digeser.
Setelah memanggil satpam lain, mereka mendobrak pintu bersama. Ruangan itu kosong. Tidak ada jendela yang terbuka, tidak ada celah lain untuk keluar-masuk. Namun di atas meja, salah satu map arsip lama—map bertuliskan tahun 1998—tergeletak terbuka, seolah baru saja dibaca seseorang.
Pak Darto memungutnya. Isinya laporan tentang kebakaran gudang kota tiga puluh tahun lalu, kasus yang tidak pernah benar-benar terungkap penyebabnya. Di halaman terakhir, ada catatan tangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya: sebuah nama, dicoret, lalu ditulis ulang dengan tinta berbeda.
Nama itu adalah nama ayahnya sendiri.
Malam itu Pak Darto tidak bisa tidur. Ia membongkar kotak-kotak lama di rumah, mencari surat-surat ayahnya yang sudah meninggal sepuluh tahun lalu. Di antara tumpukan itu, ia menemukan sebuah kunci kuningan kecil, jenis yang sama dengan kunci ruang arsip—namun lebih tua, lebih usang, dengan ukiran angka yang nyaris terhapus: 1998.
Ia kembali ke gedung arsip esok paginya, membawa kunci itu. Ruang arsip lama sudah dikunci ulang seperti biasa. Ia mencoba kunci kuningan itu di lubang kuncinya.
Kunci itu pas.
Dan di dalam laci meja yang selama ini tak pernah ia buka, tersimpan sebuah amplop cokelat dengan namanya sendiri tertulis di depan, dalam tulisan tangan yang ia kenali sebagai milik ayahnya—dikirim, entah bagaimana, dari dua puluh tahun yang lalu, menunggu hari ketika ia akhirnya bertanya pertanyaan yang tepat.
Amplop itu belum ia buka. Ia masih duduk di ruangan itu, memegangnya, mencoba memutuskan apakah ia benar-benar siap mengetahui apa yang ayahnya sembunyikan selama ini.